PyCon merupakan acara konvensi tahunan yang secara spesifik membahas bahasa pemrograman Python. Pada awalnya PyCon hanya diadakan pada Negara Amerika Serikat, namun seiring berjalannya waktu, PyCon juga diadakan pada negara-negara yang mempunyai komunitas Python yang aktif seperti PyCon Singapore, India dll. PyCon 2017 bertemakan " A New Beginning " karena merupakan perhelatan PyCon pertama kali yang diadakan di Indonesia tepatnya di kampus PENS, kota Surabaya. Hal ini tentu saja merupakan kesempatan bagi saya untuk mengikuti banyak talks dan bertemu dengan sesama pyhonistas yang sedang mempelajari atau tertarik dengan bahasa pemrograman Python. Pemateri bukan hanya berasal dari Indonesia saja melainkan pythonistas dari beberapa negara lain juga ikut berpartisipasi dalam acara PyCon 2017 ini. Acara ini menempati Auditorium dan beberapa kelas Gedung Pascasarjana PENS. Dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Acara dibuka oleh Dondy Bappedyanto, CEO Biznet Gio Cloud yang berp...
Jack of all trades, master of none.
Mari kita simak satu statement berikut,
"Programmer/Developer yang baik adalah programmer yang menguasai banyak bahasa pemrograman"
Apakah kamu setuju dengan statement tersebut ?
Akhir - akhir ini saya di galau kan dengan pertanyaan - pertanyaan sebagai Junior Developer, seperti, gimana sih biar kita tetap bisa bertahan di Industri ? bagaimana prospek bahasa pemrograman/framework 'X' di Indonesia ? saya harus belajar apa lagi ? dst.
Pada satu sisi, belajar sesuatu yang baru memang sangat menyenangkan, di sisi lain, muncul lagi pertanyaan, bagaimana membagi waktu agar kita bisa terus up to date ?
Sebenarnya tulisan ini dipicu oleh Elixir, Node JS dan semua buzzword di hackernews dan Medium, kalau misalnya statement di awal tulisan saya affirmasi DAN waktu bukanlah masalah karena saya tidak punya hal yg lebih baik untuk dilakukan di waktu luang, apa yang harus saya pelajari selanjutnya? Saya sudah pernah membuat beberapa project kecil dengan Node JS, sedangkan Elixir begitu menggoda dengan semua istilah seperti Functional Programming, Concurrency, dan belum lagi Phoenix Framework yang di gadang - gadang bakal menggantikan posisi Ruby on Rails.
Tapi, Elixir ini termasuk teknologi yang sangat baru, bahkan, cmiiw, Node JS dengan nama besarnya pun masih belum banyak digunakan di Indonesia. Sekeren apapun teknologinya kalau tidak ada yang pakai akan percuma juga, bukan begitu ? hehe
Target saya adalah, sampai pertengahan tahun 2018, saya harus punya side project Node JS (preferably with socket.io), kalau misalnya memungkinkan, saya juga harus sudah ngerti fondasi dan quirk dari Elixir.
Worst case scenario ? Terkubur dengan PHP dengan waktu yang tidak bisa ditentukan sampai kepada level PHP Ninja.
Rambling. out.

Comments
Post a Comment